RSS

contoh penelitian dampak aktifitas pelabuhan bagi kondisi air laut di bitung

23 May

kali ini aqmau bagi dikit nich tentang contoh penelitian……….

LAPORAN HASIL PENELITIANIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DI SUSUN OLEH

 

KELOMPOK V

 

 

ü  I KADEK RADHA CANDRA

ü  MARCIANI GABI MONGDONG

ü  YUNI LESTARI

ü  SILFANA TAMBANSILI

ü  CYNDY CEKE

ü  ASNI ARAROH

ü  KARTIKA KAINGAT

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PENDIDIKAN MATEMATIKA

2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa karena  atas berkat rahmat dari beliau semata kami bisa menyelesaikan laporan hasil penelitian ini dengan cukup baik sebagai tugas kelompok yang kami terima dari dosen PKLH yang dengan isi laporan tentang “PENGARUH AKTIFITAS PELABUHAN BAGI KONDISI AIR LAUT DI SEKITAR PELABUHAN BITUNG”

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dan ikut serta dalam penyusunan laporan ini agar menjadi hasil penelitian kecil yang dapat atau bisa di terima oleh dosen maupun pembaca.

Kami mengucapkan terimakasih kepada sekertaris jurusan karena dengan lapangdada menerima pengajuan dan bersedia menandatangani surat pengantar yang akan di tunjukan kepada pihak pelabuhan. Dan tidak lupa juga kami berterimakasih dari pimpinan pelabuhan karena telah mengizin kan kami untuk melakukan riset/pengumpulan data di pelabuhan tersebut.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan kata kalimat maupun dari struktur laporan ini memang belum sempurna untuk itu kami sebagai penyusun mohon kritik atau saran yang bersifat konstruktif agar dapat terbentuknya laporan hasil penelitian yang lebih sempurna dari ini di kemudian hari.

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada semua.

 

 

TONDANO,    MEI 2013

 

 

 

 

KELOMPOK 5

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………..

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG………………………………………………………………………………….

IDENTIFIKASI MASALAH……………………………………………………..

RUMUSAN MASALAH…………………………………………………………

PEMBATASAN MASALAH…………………………………………………….

TUJUAN PENELITIAN………………………………………………………………………………

MANFAAT PENELITIAN………………………………………………………………………….

BAB II LANDASAN TEORI

  1. Pengertian Pencemaran Lingkungan…………………………………………..
  2. Macam – macam Pencemaran Lingkungan……………………………………..
  3. Akibat Pencemaran Lingkungan…………………………………………………
  4. Pengertian pencemaran air laut………………………………………………….
  5. Peran Manusia Dalam Menjaga Lingkungan Hidup ……………………………
  6. Pengertian Pelabuhan……………………………………………………………

 

BAB III PEMBAHASAN

  1.        I.            METODOLOGI PENELITIAN
  • Tempat dan waktu penelitian…………………………………………..
  • Metode Penelitian……………………………………………………..
  1.     II.            HASIL PENELITIAN
    1. Pengamatan air laut di pelabuhan I………………………………………….
    2. Pengamatan air laut di pelabuhan II…………………………………………

 

  • PERISTIWA PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG PERNAH

TERJADI DI SEKITAR PELABUHAN BITUNG…………………………………………………………………….

  • PELABUHAN SERINGKALI TERJADI TUMPAHAN MINYAK……….

 

BAB IV PENUTUP

KESIMPULAN…………………………………………………………………………………………

SARAN……………………………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………..

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1)    LATAR BELAKANG

Manusia merupakan bagian dari komponen lingkungan hidup yang senantiasa saling mempengaruhi. Pengaruh manusia terhadap lingkungannya sangat besar. Hal ini dapat dapat diketahui dari eksploitasi dan eksplorasi manusia terhadap alam melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Kita sudah sering mendengar kerusakan hutan, pencemaran air, tanah dan udara yang ada disekitar kita yang disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak dapat memanfaatkan kekayaan alam secara efektif dan efisien, serta kurangnya kesadaran manusia dengan dampak yang akan ditimbulkannya. Karena ulah manusia itulah kualitas lingkungan dapat menurun dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidupnya di masa yang akan datang.

Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dimilikinya. Sumber daya alam yang meliputi sumber daya alam hayati maupun non hayati dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam adalah lingkungan alam (environment) yang memiliki nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia (Rita, 2010).
Kekayaan alam di Indonesia terbentuk dari beberapa faktor. Dari segi astronomi, Indonesia berada pada daerah tropis yang memiliki curah hujan sangat cukup sehingga banyak ragam dan jenis tumbuhan yang tumbuh secara cepat. Dari segi geologi, Indonesia tepat berada pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kayak akan mineral. Dari segi perairan di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam hayati dan hewani, seperti ikan, minyak bumi, dan mineral yang terkandung didalamnya.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (selanjutnya disebut PP) No.19/1999 tentang “Pencemaran Laut” diartikan sebagai masuknya/dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutu atau fungsinya.
Laut merupakan suatu ekosistem yang kaya akan sumber daya alam termasuk keanekaragaman sumber daya hayati yang dimanfaatkan untuk manusia. Sebagaimana diketahui bahwa 70% permukaan bumi didominasi oleh perairan atau lautan. Kehidupan manusia di bumi ini sangat bergantung pada lautan, sehingga manusia harus menjaga kebersihan dan kelangsungan kehidupan organisme yang hidup di dalamnya. Berbagai jenis sumber daya yang terdapat di laut, seperti berbagai jenis ikan, terumbu karang, mangrove, rumput laut, mineral, minyak bumi, dan berbagai jenis bahan tambang yang terdapat di dalamnya.
Selain untuk keberlangsungan hidup manusia, laut juga merupakan tempat pembuangan sampah dan pengendapan barang sisa yang diproduksi manusia. Lautan juga menerima bahan-bahan yang terbawa oleh air yang mengakibatkan pencemaran itu terjadi, diantaranya dari limbah rumah tangga, sampah, buangan dari kapal, dan tumpahan minyak dari kapal tanker atau aktifitas pelabuhan lainnya. Namun, pencemaran yang sering terjadi adalah tumpahan minyak baik dari proses di kapal, pengeboran lepas pantai, maupun akibat kecelakaan kapal.

 

2). IDENTIFIKASI MASALAH

Berdasarkan paparan latar belakang diatas permasalahan yang muncul akibat adanya aktifitas pelabuhan khususnya kapal  adalah sebagai berikut :
1. Pencemaran lingkungan

2.  pencemaran air laut

3. Ancaman kehidupan biotic laut mati.

 

 

3).RUMUSAN MASALAH

Sehubungan dengan latar belakang yang telah kami jelaskan diatas dan karena penelitian yang  kelompok kami lakukan di pelabuhan bitung maka kami

merumuskan masalah sebagai berikut :

i.            Bagaimana pengaruh aktifitas pelabuhan bitung pada lingkungan sekitar?

ii.            Bagaimana pengaruh aktifitas pelabuhan bitung khususnya aktifitas kapal pada air laut?

iii.            Pencemaran apa saja yang bisa terjadi di sekitar pelabuhan bitung?

iv.            Bagaimana cara penanganan limbah dari pihak pelabuhan bitung?

v.            Apakah aktifitas pelabuhan bitung dapat merusak lingkungan hidup?

vi.            Apa kerugian dan keuntungan yang di dapat masyarakat di pesisir pelabuhan bitung?

 

4). PEMBATASAN MASALAH

Penelitian yang dilakukan oleh kelompok kami yaitu bertempat dipelabuhan bitung. Dan sesuai rumusan masalah di atas maka kami membatasi masalah yang akan kami bahas dalam penelitian ini adalah

i.            bagaimana pengaruh aktifitas pelabuhan bagi kondisi air laut di sekitar pelabuhan bitung?.

ii.            bagaimana dampak yang ditimbulkan dari aktifitas pelabuhan bagi orang-orang dan keanekaragaman hayati laut di sekitar pelabuhan bitung?.

 

 

5). TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan Rumusan Masalah diatas, maka penulis menyusun tujuan sebagai berikut :

  1. Mengetahui bagaimana pengaruh aktifitas dari kapal di pelabuhan bitung bagi kondisi air laut.
  2. mengetahui dampak yang ditimbulkan dari aktifitas pelabuhan bagi orang-orang dan keanekaragaman hayati laut di sekitar pelabuhan bitung.

2.      Sebagai wahana melatatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.

3.      Menumbuhkan etos ilmiah dikalangan mahasiswa sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studynya.

4.      Melatih keterampilan dasar untuk penelitian.

 

 

6). MANFAAT PENELITIAN

 

Manfaat dari metode ilmiah dengan tema  pengaruh aktifitas pelabuhan bagi kondisi air laut di sekitar pelabuhan bitung ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi para pembaca.

 

Selain itu manfaat penyusun karya ilmiah bagi penulis adalah sebagai berikut :

1.      Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca efektif

2.      Melatih untuk menggabungkan bacaan dari berbagai sumber

3.      Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan

4.      Meningkatkan pengorganisasian fakta atau data secara jelas dan sistematis.

5.      Memperoleh kepuasan intelektual.

 

Manfaat khususnya adalah:

  1. Mengetahui bagaimana pengaruh aktifitas dari kapal di pelabuhan bitung bagi kondisi air laut.
  2. mengetahui dampak yang ditimbulkan dari aktifitas pelabuhan bagi orang-orang dan keanekaragaman hayati laut di sekitar pelabuhan bitung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI

  1. 1.     Pengertian Pencemaran Lingkungan

Menurut :

Undang – Undang pokok pengelolaan Lingkungan Hidup nomor 4 Tahun 1982.

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkan –nya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

 

ü  Pendapat – Pendapat Beberapa Tokoh

a. Emil Salim.

Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi keadaan, serta pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup ( termasuk manusia).

b. Otto Soemarwoto.

Lingkungan hidup adalah semua benda dan kondisi yang berada di dalamnya, dalam ruang yang kita hadapi dan kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.

 

Zat penyebab polusi atau pencemaran lingkungan disebut polutan. Syarat – syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya karbondioksida dengan kadar 0.033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0.033% dapat member efek merusak.

Suatu zat dapat disebut polutan apabila :

1.         Jumlahnya melebihi jumlah normal.

2.         Berada di tempat yang tidak tepat / tidak semestinya.

3.         Berada pada waktu yang tidak tepat / tidak pada saatnya.

 

Sifat polutan dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1.         Merusak untuk sementara, tetapi setelah bereaksi dengan zat yang berada di sekelilingnya akan bersifat tidak merusak lagi, contoh : gas CO2.

2.         Merusak untuk jangka panjang, contoh : logam berat merkuri.

 

  1. 2.     Macam – macam Pencemaran Lingkungan

 

1. Berdasarkan Sifat Zat Pencemaran

a.   Pencemaran Biologis.

Pencemaran fisik adalah pencemaran yang disebabkan oleh benda cair, benda padat,     maupun gas, seperti : kaleng, plastic, kaca, karet

 

b.  Pencemaran fisik.

Pencemaran biologis adalah pencemaran yang disebabkan oleh adanya mikroorganisme, seperti : salmonella typhosa.

c.   Pencemaran Kimiawi.

Pencemaran kimiawi adalah pencemaran yang disebabkan oleh zat kimia, seperti : adanya senyawa logam, detergent, nitrat, asam sulfat, DDT.

 

 2.Berdasarkan Tempat Terjadinya

 

  1.   i.   Pencemaran Air.

Pencemaran air dapat berupa :

a.    Limbah industry.

Limbah Industri dapat berupa jenis logam berat seperti Cadmium (Ccl), merkuri (Hg), dan timbal (Pb). Selain itu, juga pewarna sintetis dan zat kimia lain sesuai dengan jenis industrinya. Melalui rantai makanan zat – zat di atas terakumulasi pada tubuh hewan dan manusia yang dapat menyebabkan kematian.

 

b.    Limbah Pertanian.

Penggunaan pupuk yang berlebihan akan mengakibatkan terjadinya penimbunan NO di air sehingga terjadi eutrofikasi, akibatnya gulma di air seperti eceng gondok alga dan sebagainya tumbuh lebat menutupi permukaan air dan sinar matahari tidak dapat menembus masuk air.

 

c.    Limbah Rumah Tangga.

Beberapa contoh limbah rumah tangga seperti detergent, kaca, plastic dan sebagainya menumpuk diperairan bersama limbah industri akan menyebabkan kematian organism dan penyusutan oksigen yang dapat menyebabkan parairan menjadi miskin oksigen.

 

d.   Limbah Minyak.

Limbah minyak bumi yang tumpah ke laut akibat kecelakaan kapal tengker atau kebocoran kilang minyak lepas pantai menyebabkan tercemarnya air laut, karena permukaan laut dilapisi oleh minyak dengan ketebalan tertentu. Akibat yang ditimbulkan :

•           Cahaya matahari tidak dapat menembus kedalam air.

•           Fitoplankton tidak dapat hidup, karena tidak dapat berfotosintesis.

•           Pertukaran udara dari udara ke air dan sebaliknya menjadi terganggu.

 

  1.    ii.          Pencemaran Tanah.

Pencemaran tanah disebabkan oleh adanya :

a.    Limbah rumah tangga, seperti : kaleng, kantong plastic, baterai bekas, karet, kaca,   detergent, dan sebagainya.

b.    Limbah industry, seperti asam sulfat.

c.    Hujan asam berupa sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx).

 

 

Berdasarkan sifatnya polutan pencemaran tanah dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

  1. Biogradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam misalnya : kayu, kertas, sisa makanan, dedaunan.

 

b. Nonbiodegradable, yaitu polutan yang aktif dapat diuraikan oleh proses alam, misalnya : plastic, gelas, pestisida, radioaktif, logam toksit.

 

 

  1.    iii.        Pencemaran Udara.

Pencemaran udara adalah pengotoran udara akibat masuknya bahan asing (zat pencemar) ke dalam udara secara berlebihan. Zat pencemar udara dapat berupa : asap, debu, dan gas buangan bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil tersebut dapat berasal dari minyak tanah dan batu bara.

 

Gas pencemar udara yang mengandung zat yang berbahaya :

1)   Gas Karbonmonoksida (CO).

Terkenal sebagai gas pembunuh  (mati lemas) karena daya ikatnya terhadap Haemoglobin (HB) melebihi daya ikat oksigen. Efek lainya adalah sakit kepala, mual, pening dan jantung. Sumber gas CO adalah hasil pembakaran yang tidak sempurna seperti asap kendaraan bermotor.

 

2)   Gas Karbondioksida (CO2).

Gas CO2 yang berlebihan di udara akan menyebabkan efek rumah kaca, sehingga akan menaikkan suhu udara bumi dan akan terjadi pemanasan global yang berpengaruh terhadap iklim global serta ancaman mencairnya es abadi di daerah kutub. Sumber polutan CO2 adalah pembakaran minyak bumi, batu bara, industry, dan kebakaran hutan.

 

3)   Gas Belerang (SO2) dan Nitrogen Oksida (NO2).

Gas ini bersama air hujan menyebabkan hujam asam. Dalam jangka waktu lama tanah, sungai, dan danau menjadi asam, sehingga akan merusak tumbuhan, mikro organism tanah dan hewan air tawar. Pada manusia menimbulkan iritasi paru – paru, mata, dan hidung. Selain itu, akan merusak benda berharga karena mempercepat proses pelapukan dan korosi pada logam, cat menjadi pudar, kertas menjadi pudar dan rapuh. Sumber polutan ini berasal dari pembakaran minyak bumi, batu bara, dan letusan gunung berapi.

 

 

  1.  iv.   Pencemaran Suara.

Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising secara terus – menerus. Sumber pencemaran suara disebabkan oleh : suara mesin pabrik, suara kereta api, bus, motor, pesawat terbang, dan suara gaduh lainnya.

Sumber kekuatan suara :

•      Percakapan normal                :   40 dB

•      Keributan                              :    80 dB

•      Kereta api                              :    95 dB

•      Mesin motor 5 PK                 : 105 dB

•      Pesawat jet lepas landas        :  150 dB

 

  1. 3.     Akibat Pencemaran Lingkungan

Akibat yang bisa ditimbulkan dari pencemaran lingkungan antara lain :

1.    Pemekatan hayati.

2.    Keracunan dan penyakit.

3.    Punahnya species.

4.    Peledakan hama.

5.    Terganggunya keseimbangan lingkungan.

6.    Kesuburan tanah berkurang.

 

7.    Terjadinya hujan asam.

Hujan asam dapat disebabkan oleh adanya senyawa nitrogen oksigen (NOx) dan sulfur oksida (Sox). Kedua senyawa tersebut mudah larut dalam air membentuk senyawa asam. Bila senyawa asam terbentuk di atmosfer, maka menyebabkan pH air hujan terlalu tinggi. Akibat hujan asam :

a.     Pepohonan akan mati, rusaknya jaringan tumbuhan.

b.    Mengakibatkan iritasi saluran pernapasan.

c.     Mengganggu kehidupan ekosistem air.

d.    Tanah menjadi tandus, pertumbuhan tanaman terganggu.

8.  Penipisan lapisan ozon.

Penipisan lapisan ozon diakibatkan oleh adanya CFC di udara. Partikel ozon akan  terikat oleh senyawa klor dari CFC, sehingga terjadi lubang ozon.

Akibat menipisnya lapisan ozon :

a.    Intensitas sinar ultraviolet ke bumi meningkat.

b.    Meningkatkan suhu bumi.

c.    Naiknya permukaan laut.

d.   Mengancam kesehatan mahluk hidup di bumi.

9.  Efek rumah kaca.

Efek rumah kaca disebabkan oleh adanya gas yang mampu memberikan efek rumah kaca. Gas rumah kaca terdiri dari CO2, nitrogen oksida, uap air, maupun CFC. Efek rumah kaca mampu menyerap sinar infra merah yaitu sinar panas. Sinar yang dipantulkan ke bumi akan diserap efek rumah kaca (CO2). Panas diradiasikan ke bumi sehingga menaikkan suhu permukaan bumi (pemanasan global).

 

  1. 4.     Pengertian Pencemaran Air laut

Pencemaran laut diartikan sebagai adanya kotoran atau hasil buangan aktivitas makhluk hidup yang masuk ke daerah laut. Pencemaran lingkungan laut merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsa-bangsa. Pengaruhnya dapat menjangkau seluruh aktifitas manusia di laut dan karena sifat laut yang berbeda dengan darat, maka masalah pencemaran laut dapat mempengaruhi semua negara pantai baik yang sedang berkembang maupun negara-negara maju, sehingga perlu disadari bahwa semua negara pantai mempunyai kepentingan terhadap masalah pencemaran laut. Sumber dari pencemaran laut ini antara lain adalah tumpahan minyak, sisa damparan amunisi perang, buangan sampah dari transportasi darat melalui sungai, emisi trasportasi laut dan buangan pestisida dari pertanian. Namun, sumber utama pencemaran lebih sering terjadi pada tumpahnya minyak dari kapal tanker. Hasil ekspoitasi minyak bumi diangkut oleh kapal tanker ke tempat pengolahan minyak bumi (crude oil).

 

Pencemaran minyak bumi dilepas pantai bisa diakibatkan oleh sistem penampungan yang bocor, atau kapal yang tenggelam yang menyebabkan lepasnya crude oil ke badan perairan (laut lepas). Dampak dari lepasnya crude oil di perairan lepas pantai mengakibatkan limbah tersebut dapat tersebar tergantung kepada gelombang air laut. Penyebaran limbah tersebut dapat berdampak pada beberapa negara. Dampak yang terjadi akibat dari pencemaran tersebut adalah tertutupnya lapisan permukaan laut yang dapat menyebabkan penetrasi matahari berkurang, menyebabkan proses fotosintesis terganggu, pengikatan oksigen terganggu, dan dapat menyebabkan kematian.

 

Menurut Benny 2002, pencemaran minyak di laut berasal dari:
1.   Operasi Kapal Tanker
2.    Docking (Perbaikan/Perawatan Kapal)
3.    Terminal Bongkar Muat Tengah Laut
4.    Tanki Ballast dan Tanki Bahan Bakar
5.    Scrapping Kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua)
6.    Kecelakaan Tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan)
7.    Sumber di Darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung hydrocarbon (   perkantoran & industri )
8.    Tempat Pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery )

 

A. Pengaruh minyak pada biota laut

Menurut Furkhon 2010, tumpahan minyak yang tejadi di laut terbagi kedalam dua tipe, minyak yang larut dalam air dan akan mengapung pada permukaan air dan minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai. Minyak yang mengapung pada permukaan air tentu dapat menyebabkan air berwarna hitam dan akan menggangu organisme yang berada pada permukaan perairan, tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang akan digunakan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis, dan dapat memutus rantai makanan pada daerah tersebut, jika hal demikian terjadi, maka secara langsung akan mengurangi laju produktivitas primer pada daerah tersebut karena terhambatnya fitoplankton untuk berfotosintesis.
Sementara pada minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai, akan mengganggu organisme interstitial maupun organime intertidal, organisme intertidal merupakan organisme yang hidupnya berada pada daerah pasang surut, efeknya adalah ketika minyak tersebut sampai ke pada bibir pantai, maka organisme yang rentan terhadap minyak seperti kepiting, amenon, moluska dan lainnya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan dapat mengalami kematian. Namun pada daerah intertidal ini, walaupun dampak awalnya sangat hebat seperti kematian dan berkurangnya spesies, tumpahan minyak akan cepat mengalami pembersihan secara alami karena pada daerah pasang surut umumnya dapat pulih dengan cepat ketika gelombang membersihkan area yang terkontaminasi minyak dengan sangat cepat. Sementara pada organisme interstitial yaitu, organisme yang mendiami ruang yang sangat sempit di antara butir-butir pasir tentu akan terkena dampaknya juga, karena minyak-minyak tersebut akan terakumulasi dan terendap pada dasar perairan seperti pasir dan batu-batuan, dan hal ini akan mempengaruhi tingkah laku, reproduksi, dan pertumbuhan dan perkembangan hewan yang mendiami daerah tersebut.

 

B. Perilaku Minyak di Laut

Senyawa Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi berupa benzene, touleuna, ethylbenzen, dan isomer xylena, dikenal sebagai BTEX, merupakan komponen utama dalam minyak bumi, bersifat mutagenic dan karsinogenik pada manusia. Senyawa ini bersifat rekalsitran, yang artinya sulit mengalami perombakan di alam, baik di air maupun didarat, sehingga hal ini akan mengalami proses biomagnetion pada ikan ataupun pada biota laut lain. Bila senyawa aromatic tersebut masuk ke dalam darah, akan diserap oleh jaringan lemak dan akan mengalami oksidasi dalam hati membentuk phenol, kemudian pada proses berikutnya terjadi reaksi konjugasi membentuk senyawa glucuride yang larut dalam air, kemudian masuk ke ginjal (Kompas, 2004).
“Ketika minyak masuk ke lingkungan laut, maka minyak tersebut dengan segera akan mengalami perubahan secara fisik dan kimia. Diantaran proses tersebut adalah membentuk lapisan ( slick formation ), menyebar (dissolution), menguap (evaporation), polimerasi (polymerization), emulsifikasi (emulsification), emulsi air dalam minyak ( water in oil emulsions ), emulsi minyak dalam air (oil in water emulsions), fotooksida, biodegradasi mikorba, sedimentasi, dicerna oleh planton dan bentukan gumpalan” (Mukhstasor, 2007).
Hampir semua tumpahan minyak di lingkungan laut dapat dengan segera membentuk sebuah lapisan tipis di permukaan. Hal ini dikarenakan minyak tersebut digerakkan oleh pergerakan angin, gelombang dan arus, selain gaya gravitasi dan tegangan permukaan. Beberapa hidrokarbon minyak bersifat mudah menguap, dan cepat menguap. Proses penyebaran minyak akan menyebarkan lapisan menjadi tipis serta tingkat penguapan meningkat.
Hilangnya sebagian material yang mudah menguap tersebut membuat minyak lebih padat/ berat dan membuatnya tenggelam. Komponen hidrokarbon yang terlarut dalam air laut, akan membuat lapisan lebih tebal dan melekat, dan turbulensi air akan menyebabkan emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Ketika semua terjadi, reaksi fotokimia dapat mengubah karakter minyak dan akan terjadi biodegradasi oleh mikroba yang akan mengurangi jumlah minyak.
Proses pembentukan lapisan minyak yang begitu cepat, ditambah dengan penguapan komponen dan penyebaran komponen hidrokarbon akan mengurangi volume tumpahan sebanyak 50% selama beberapa hari sejak pertama kali minyak tersebut tumpah. Produk kilang minyak, seperti gasoline atau kerosin hamper semua lenyap, sebaliknya minyak mentah dengan viskositas yang tinggi hanya mengalami pengurangan kurang dari 25%.

 

C. Dampak dari Pencemaran Minyak di Laut
Komponen minyak yang tidak dapat larut di dalam air akan mengapung yang menyebabkan air laut berwarna hitam. Beberapa komponen minyak tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai. Komponen hidrokarbon yang bersifat toksik berpengaruh pada reproduksi, perkembangan, pertumbuhan, dan perilaku biota laut, terutama pada plankton, bahkan dapat mematikan ikan, dengan sendirinya dapat menurunkan produksi ikan. Proses emulsifikasi merupakan sumber mortalitas bagi organisme, terutama pada telur, larva, dan perkembangan embrio karena pada tahap ini sangat rentan pada lingkungan tercemar (Fakhrudin, 2004). Bahwa dampak-dampak yang disebabkan oleh pencemaran minyak di laut adalah akibat jangka pendek dan akibat jangka panjang.
1.    Akibat jangka pendek
Molekul hidrokarbon minyak dapat merusak membran sel biota laut, mengakibatkan keluarnya cairan sel dan berpenetrasinya bahan tersebut ke dalam sel. Berbagai jenis udang dan ikan akan beraroma dan berbau minyak, sehingga menurun mutunya. Secara langsung minyak menyebabkan kematian pada ikan karena kekurangan oksigen, keracunan karbon dioksida, dan keracunan langsung oleh bahan berbahaya.

 

2.    Akibat jangka panjang
Lebih banyak mengancam biota muda. Minyak di dalam laut dapat termakan oleh biota laut. Sebagian senyawa minyak dapat dikeluarkan bersama-sama makanan, sedang sebagian lagi dapat terakumulasi dalam senyawa lemak dan protein. Sifat akumulasi ini dapat dipindahkan dari organisma satu ke organisma lain melalui rantai makanan. Jadi, akumulasi minyak di dalam zooplankton dapat berpindah ke ikan pemangsanya. Demikian seterusnya bila ikan tersebut dimakan ikan yang lebih besar, hewan-hewan laut lainnya, dan bahkan manusia. Secara tidak langsung, pencemaran laut akibat minyak mentah dengan susunannya yang kompleks dapat membinasakan kekayaan laut dan mengganggu kesuburan lumpur di dasar laut. Ikan yang hidup di sekeliling laut akan tercemar atau mati dan banyak pula yang bermigrasi ke daerah lain.
Minyak yang tergenang di atas permukaan laut akan menghalangi masuknya sinar matahari sampai ke lapisan air dimana ikan berkembang biak. Menurut Fakhrudin (2004), lapisan minyak juga akan menghalangi pertukaran gas dari atmosfer dan mengurangi kelarutan oksigen yang akhirnya sampai pada tingkat tidak cukup untuk mendukung bentuk kehidupan laut yang aerob. Lapisan minyak yang tergenang tersebut juga akan mempengarungi pertumbuhan rumput laut , lamun dan tumbuhan laut lainnya jika menempel pada permukaan daunnya, karena dapat mengganggu proses metabolisme pada tumbuhan tersebut seperti respirasi, selain itu juga akan menghambat terjadinya proses fotosintesis karena lapisan minyak di permukaan laut akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam zona euphotik, sehingga rantai makanan yang berawal pada phytoplankton akan terputus. Jika lapisan minyak tersebut tenggelam dan menutupi substrat, selain akan mematikan organisme benthos juga akan terjadi perbusukan akar pada tumbuhan laut yang ada.
Pencemaran minyak di laut juga merusak ekosistem mangrove. Minyak tersebut berpengaruh terhadap sistem perakaran mangrove yang berfungsi dalam pertukaran CO2 dan O2, dimana akar tersebut akan tertutup minyak sehingga kadar oksigen dalam akar berkurang. Jika minyak mengendap dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan pembusukan pada akar mangrove yang mengakibatkan kematian pada tumbuhan mangrove tersebut. Tumpahan minyak juga akan menyebabkan kematian fauna-fauna yang hidup berasosiasi dengan hutan mangrove seperti moluska, kepiting, ikan, udang, dan biota lainnya.

 

D. Usaha untuk menjaga pencemaran laut
1)    Angkat sampah-sampah dan benda-benda bekas dari area laut.
2)    Tidak membuang puntung rokok ke laut saat berada di kapal.
3)    Menggunakan barang-barang yang bisa di daur ulang.
4)    Mengurangi pembelian produk yang menggunakan bahan plastik.
5)    Mendaur ulang sampah yang bisa di daur ulang.

 

  1. 5.     Peran Manusia Dalam Menjaga Lingkungan Hidup 

Manusia merupakan bagian dari komponen lingkungan hidup yang senantiasa saling mempengaruhi. Pengaruh manusia terhadap lingkungannya sangat besar. Hal ini dapat diketahui dari eksploitasi manusia terhadap alam melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dengan pengetahuan dan teknologi, manusia mampu mempertahankan diri atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Eksploitasi terhadap lingkungan hidup harus berdasarkan aspek pelestarian lingkungan, sehingga masih dapat digunakan oleh generasi yang akan datang sesuai dengan prinsip pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

 

  1. 6.     Pengertian Pelabuhan
    Pelabuhan adalah wilayah yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan ekonomi yang di pergunakan sebagai tempat bersandar, berlabuh, naik-turunnya penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda ( PP Nomor  69 Tahun 2001 )

    Pelabuhan (port) adalah daerah perairan yang terlindung terhadap gelombang, yang dilengkapi dengan fasilitas terminal laut meliputi dermaga dimana kapal dapat bertambat untuk bongkar muat barang , gudang laut (transito) dan tempat-tempat penyimpanan dimana barang-barang dapat disimpan dalam waktu lebih lama selama menunggu pengiriman ke daerah tujuan (Triatmojo 1996)

    Pelabuhan adalah sebagai tempat yang terlindung dari gerakan gelombang laut, sehingga bongkar muat dapat dilaksanakan demi menjamin keamanan barang (Kramadibrata 1935)

    Pelabuhan adalah sebuah areal perairan tertutup untuk melindungi dan memberi keamanan bagi kapal dari angin kencang, tempat mengambil bahan makanan serta bahan bakar reparasi atau tempat transfer muatan.
    Pelabuhan adalah merupakan suatu pintu gerbang dan memperlancar hubungan antar daerah pulau atau bahkan antar benuadan bangsa yang dapat memajukan daerah belakangnya (hinterland). Daerah belakang ini adalah yang memiliki kepentingan hubungan ekonomi, sosial, dan lain-lain dengan pelabuhan tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

 

  1.      I.          METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. 1.      Tempat dan waktu penelitian

 

A. Tempat

Tempat penelitian/riset yang kelompok kami datangi adalah pelabuhan bitung yang beralamat di Jl. D. S Sumolang, Kelurahan Pateten, Bitung Timur dan daerah-daerah di sekitarnya seperti pasar.

 

B. Waktu

Riset/penelitian dilakukan pada tanggal 11 mei 2013, dari pukul 10.00-15.00.

 

  1. 2.      Metode Penelitian

* Metode Penelitian yang kami gunakan adalah metode pengumpulan data.

 

 

 

  1.     II.            HASIL PENELITIAN

 

Dari hasil pengamatan kelompok kami lakukan di pelabuhan bitung dan daerah-daerah di sekitar pelabuhan itu yakni seperti pasar. Banyak informasi dan kondisi-kondisi yang kami dapatkan setelah kami mengadakan riset di wilayah pelabuhan tersebut.

Pertama yang bias kami rasakan saat dari tondano dan sesampainya di pelabuhan bitung, suasana udara di sana sangat panas selain disebabkan karena dekat dengan pesisir pantai ami berkesimpulan bahwa wilayah tersebut sudah pengalami pencemaran udara, dank arena kurangnya pepohonan di wilayah pelabuhan menyebabkan bertambahnya rasa panas saat kami mulai meriset keadaan di pelabuhan.

 

  1. Pengamatan air laut di pelabuhan I

Ketika kami mengadakan peninjauan lapangan yaitu kami langsung menuju kedermaga di mana tempatdermaga di mana tempat kapal-kapal bersandar. Kami melihat di lantai beton terdapat bekas tumpahan minyak yang babanyak yang sampai saat kami melihat itu masih membekas.

 

  • Kondisi air

Kondisi air yang bisa kami amati yang berada disekitar pelabuhan yaitu:

1)   Kondisi Air berminyak karena banyak kapal yang bersandar di pelabuhan ini adalah kapal yang mengangkut minyak. Pasti tidak menutup kemungkinan pernah terjadi tumahnya minyak akibat baik keteledoran dari para pekerja.

2)   Banyak sampah plastik  baik mungkin berasal dari kapal atau dari dalam pelabuhan

3)   Karang yang menempel di penyangga beton tampak tercampur dengan minyak sehingga karang sudah tidak tampak dalam kondisi baik.

4)   Sejauh yang kami lihat ikan-ikan pun di dominasi hanya pada ikan-ikan yang tahan pada kondisi tersebut.

 

  1. Pengamatan air laut di pelabuhan II

Setelah kami mengadakan peninjauan  pelabuhan I lalu kami menuju ke pelabuhan II untuk membandingkan hasil yang kami dapatkan di pelabuhan I, karena di pelabuhan II di sekitarnya terdapat pasar yang amat  ramai dan tempat kapal-kapal kecil untuk menuju wilayah seberang yang dilakukan oleh orang seberang pulau untuk bertransportasi dan menukar hasil bumi dan sebagainya untuk di jual.

 

  • Kondisi air

a)      Air di penuhi sampah plastic baik itu botol, tas plastic, pembungkus makanan, dan berbagai sampah lainnya yang hal ini di sebabkan selain karena pelabuhan ini adalah pelabuhan kecil yang digunakan bertransportasi jarak dekat untuk membawa bahan-bahan kehidupan dari wilayah pasar ke wilayah pulau, hal ini juga di sebabkan karena di pesisir dermaga tempat sandarnya kapal dipenuhi oleh para pedagang yang ada di pasar tersebut, sehingga sampah yang mereka hasilkan cukup besar dan kepedulian mereka kurang sehingga sampah hanya mereka buang begitu saja ke laut.

b)      Kondisi air di wilayah pelabuhan II agak berminyak, selain di sebabkan oleh aktifitas kapal juga di sebabkan oleh limbah aktifitas pasar yang cukup banyak.

 

Setelah kelompok kami mengadakan riset dan pengumpulan data dari apa yang kami lihat dilapangan ternyata kondisi air laut di bitung sudah amat tidak baik, jika hal ini terjadi secara terus menerus dan tidak ada tindakan penanggulangan baik dari pemerintah maupun pihak pelabuhan maka pencemaran air laut akan semakin besar terjadi, baik akibat aktifitas pelabuhan, aktifitas pasar, dan aktifitas pabrik-pabrik besar di sekitar pelabuhan seperti pabrik semen dan pabrik minyak kelapa. Yang pasti limbah dari hasil industry mereka di buang ke laut , bagaimana pun limbah itu di proses lalu di buang ke laut, yang namanya limbah tetap berbahaya bagi lingkungan.

Baik kami akan menjelaskan sedikit tentang pelabuhan yang seringkali pastinya akan terjadi tumpahan minyak dan apa-apa saja akibatnya bagi air laut:

 

 

  • PELABUHAN SERINGKALI TERJADI TUMPAHAN MINYAK
  1. Pengaruh terhadap lingkungan laut

Beberapa efek tumpahan minyak di laut dapat di lihat dengan jelas seperti pada pantai menjadi tidak indah lagi untuk dipandang, kematian burung laut, ikan, dan kerang-kerangan, atau meskipun beberapa dari organisme tersebut selamat akan tetapi menjadi berbahaya untuk dimakan. Efek periode panjang (sublethal) misalnya perubahan karakteristik populasi spesies laut atau struktur ekologi komunitas laut, hal ini tentu dapat berpengaruh terhadap masyarakat pesisir yang lebih banyak menggantungkan hidupnya di sector perikanan dan budi daya, sehingga tumpahan minyak akan berdampak buruk terhadap upaya perbaikan kesejahteraan nelayan.

Tabel 1. Indeks Kepekaan Tipe Pantai terhadap tumpahan minyak (Gunland dan Hayes, 1978 dalam Bishop, 1983)

Indeks Tipe Garis Pantai Keterangan
1 Terekspose pada puncak batuan pantai Energy gelombang yang besar menyebabkan tumpahan minyak akan tercuci dengan sendirinya.
2 Terekspose pada platform batu-batuan Aksi gelombang mempercepat pencucian minyak, umumnya dalam skala mingguan. Dalam beberapa kasus khususnya tidak diperlukan.
3 Dataran pantai berpasir lembut Minyak biasanya membentuk lapisan tipis pada pemukan pasir. Pencucian dilakukan pada saat air pasang. Pada bagian pantai yang lebih bawah minyak mudah dibersihkan oleh aksi gelombang.
4 Pantai berpasir dengan ukuran sedang sampai kasar Minyak membentuk lapisan tebal pada lapisan sedimen yang dapat mencapai kedalaman sampai sekitar 1 m. pencucian yang dilakukan dapat membahayakan pantai dan harus dilakukan pada saat air pasang tertinggi
5 Terekspose pada daerah pasang surut Minyak tidak terpenetrasi pada permukaan sedimen yang kompak, tetapi secara biologis berbahaya. Pencucian hanya dilakukan jika kontaminan cukup berat
6 Pantai dengan campuran pasir dan kerikil Minyak terpenetrasi dan terkubur sangat cepat, minyak dapat bertahan lama, sehingga mempunyai dampak yang cukup lama
7 Pantai berkerikil Minyak dapat terpenetrasi dan terkubur cukup dalam.
8 Pantai berbatu yang terlindung Minyak menempel pada permukaan batu-batuan  dan genangan akibat pasang surut bertahan lama karena tidak adanya aktivitas gelombang.
9 Paparan pantai yang telindung Dapat membahayakan kehidupan biologis dalam kurun waktu yang lama.
10 Rawa-rawa dan mangrove Dapat menimbulkan kerusakan ekosistem yang cukup lama. Minyak mungkin tetap ada sampai sekitar 10 tahun atau lebih.
  1. Pengaruh minyak pada komunitas laut.

Tumpahan minyak yang tejadi di laut terbagi kedalam dua tipe, minyak yang larut dalam air dan akan mengapung pada permukaan air dan minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai. Minyak yang mengapung pada permukaan air tentu dapat menyebabkan air berwarna hitam dan akan menggangu organisme yang berada pada permukaan perairan, dan tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang akan digunakan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis dan dapat memutus rantai makanan pada daerah tersebut, jika hal demikian terjadi, maka secara langsung akan mengurangi laju produktivitas primer pada daerah tersebut karena terhambatnya fitoplankton untuk berfotosintesis.

Sementara pada minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai, akan mengganggu organisme interstitial maupun organime intertidal, organisme intertidal merupakan organisme yang hidupnya berada pada daerah pasang surut, efeknya adalah ketika minyak tersebut sampai ke pada bibir pantai, maka organisme yang rentan terhadap minyak seperti kepiting, amenon, moluska dan lainnya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan dapat mengalami kematian. Namun pada daerah intertidal ini, walaupun dampak awalnya sangat hebat seperti kematian dan berkurangnya spesies, tumpahan minyak akan cepat mengalami pembersihan secara alami karena pada daerah pasang surut umumnya dapat pulih dengan cepat ketika gelombang membersihkan area yang terkontaminasi minyak dengan sangat cepat. Sementara pada organisme interstitial yaitu, organisme yang mendiami ruang yang sangat sempit di antara butir-butir pasir tentu akan terkena dampaknya juga, karena minyak-minyak tersebut akan terakumulasi dan terendap pada dasar perairan seperti pasir dan batu-batuan, dan hal ini akan mempengaruhi tingkah laku, reproduksi, dan pertumbuhan dan perkembangan hewan yang mendiami daerah ini seperti cacing policaeta, rotifer, Crustacea dan organisme lain.

 

 

Table 2. Efek Minyak pada Komunitas dan Populasi Laut ( Hyland dan Sceneider, 1976 dalam Bishop, 1983)

 NO

Tipe Komunitas/Populasi

Perkiraan dampak awal

Perkiraan tingkat pemulihan

1 Plankton Ringan-sedang Cepat-sedang
2 Komunitas bentik :

–          Pasut berbatuan

–          Pasut Berlumpur/berpasir

–          Daerah subtidal/offfshore

Ringan

Sedang

Berat

Cepat

Sedang

Lambat

3 Ikan Ringan-sedang Cepat-sedang
4 Burung Berat Lambat
5 Mamalia laut Ringan Lambat
  1. Perilaku Minyak di Laut

Senyawa Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi berupa benzene, touleuna, ethylbenzen, dan isomer xylena, dikenal sebagai BTEX, merupakan komponen utama dalam minyak bumi, bersifat mutagenic dan karsinogenik pada manusia. Senyawa ini bersifat rekalsitran, yang artinya sulit mengalami perombakan di alam, baik di air maupun didarat, sehingga hal ini akan mengalami proses biomagnetion pada ikan ataupun pada biota laut lain. Bila senyawa aromatic tersebut masuk ke dalam darah, akan diserap oleh jaringan lemak dan akan mengalami oksidasi dalam hati membentuk phenol, kemudian pada proses berikutnya terjadi reaksi konjugasi membentuk senyawa glucuride yang larut dalam air, kemudian masuk ke ginjal (Kompas, 2004).

Ketika minyak masuk ke lingkungan laut, maka minyak tersebut dengan segera akan mengalami perubahan secara fisik dan kimia. Diantaran proses tersebut adalah membentuk lapisan ( slick formation ), menyebar (dissolution), menguap (evaporation), polimerasi (polymerization), emulsifikasi (emulsification), emulsi air dalam minyak ( water in oil emulsions ), emulsi minyak dalam air (oil in water emulsions), fotooksida, biodegradasi mikorba, sedimentasi, dicerna oleh planton dan bentukan gumpalan ter (Mukhstasor, 2007)

Hampir semua tumpahan minyak di lingkungan laut dapat dengan segera membentuk sebuah lapisan tipis di permukaan. Hal ini dikarenakan minyak tersebut digerakkan oleh pergerakan angin, gelombang dan arus, selain gaya gravitasi dan tegangan permukaan. Beberapa hidrokarbon minyak bersifat mudah menguap, dan cepat menguap. Proses penyebaran minyak akan menyebarkan lapisan menjadi tipis serta tingkat penguapan meningkat.

Hilangnya sebagian material yang mudah menguap tersebut membuat minyak lebih padat/ berat dan membuatnya tenggelam. Komponen hidrokarbon yang terlarut dalam air laut, akan membuat lapisan lebih tebal dan melekat, dan turbulensi air akan menyebabkan emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Ketika semua terjadi, reaksi fotokimia dapat mengubah karakter minyak dan akan terjadi biodegradasi oleh mikroba yang akan mengurangi jumlah minyak.

Proses pembentukan lapisan minyak yang begitu cepat, ditambah dengan penguapan komponen dan penyebaran komponen hidrokarbon akan mengurangi volume tumpahan sebanyak 50% selama beberapa hari sejak pertama kali minyak tersebut tumpah. Produk kilang minyak, seperti gasoline atau kerosin hamper semua lenyap, sebaliknya minyak mentah dengan viskositas yang tinggi hanya mengalami pengurangan kurang dari 25%.

 

 

Selain itu juga kami mendapatkan sedikit kutipan dari #Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere, yang kami akses langsung  di TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG, tentang PT. AMR yang mengalami kebocoran pipa saat menyalurkan minyak ke kapal penampung :

 

 

  • PERISTIWA PENCEMARAN LINGKUNGAN YANG PERNAH TERJADI DI SEKITAR PELABUHAN BITUNG

 

#Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG

Lagi PT Argo Makmur Raya (AMR) mencemari lingkungan yang mengotori Pelabuhan Samudera Bitung dengan minyak mentah yang terbuang akibat kebocoran pipa penyaluran minyak dari PT AMR  ke Kapal penampung yang berdiameter 10 Cm, Jumat (13/1/2012) pukul 11.00 Wita.

Kejadian ini sangat disesalkan karena disaat yang bersamaan kota Bitung sedang getol-getolnya dengan kebersihan lingkungan laut. “Kejadian yang menimpa PT AMR sudah yang kedua kalinya, pertama mencemari kolam Pelabuhan Bitung ketika gudang kopra miliknya yang ada disekitar pelabuhan terbakar dan bertaburnya Limbah Fly Ash di jalanan Bitung,” kata Marcel satu diantara Buruh di pelabuhan Samudera Bitung, Sabtu (14/1).

Menurut pria yang kesehariannya melakukan aktivitas di pelabuhan samudera Bitung kejadian tersebut berlangsung selama 30 menit, sehingga membuat sejumlah warga yang ada di pelabuhan tersebut mengambil kantong plastik mengambil tumpahan minyak, namun demikian bukan sedikit yang jatuh ke pantai. “Sekitar 45 menit bois dari PT AMR ini bocor dan kami mengambil minyak yang bocor ini, saya sendiri mendapatkan sekitar 4 kantong plastik,” ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Pelabuhan Bitung AKP Lariwu kepada sejumlah wartawan di Lokasi kejadian membenarkan kalau kolam pelabuhan Bitung tercemar dengan Minyak milik dari perusahaan Minyak Kelapa PT AMR. “Kami  mendapatkan laporan saya langsung datang ke lokasi kejadian, sekitar 15 menit saya berada di sini barulah minyak tersebut dimatikan setelah saya menghubungi pelindo dan pihak pelindo yang menghubungi PT AMR,” kata Lariwu.

Dijelaskannya saat kejadian Lariwu sempat menunjukan Tumpahan minyak dilaut. “Ini mungkin tinggal sedikit karena telah dibawa arus sampai ke tengah laut, tapi saat kejadian kolam pelabuhan ini dipenuhi minyak,” ucapnya. Ia mengeluhkan kalau pihak AMR sendiri tidak melakukan pengangkatan kembali minyak yang tumpah di laut. Terpisah Humas PT AMR Agus ketika di konfirmasi mengatakan kalau pihaknya belum mengetahui akan hal tersebut karena dirinya masih berada di luar Daerah.

“Saya masih ada di luar daerah jadi belum mengetahui hal ini, nanti saya cari tahu dulu,” katanya singkat.(crz)

 

SUMBER

Penulis : Christian_Wayongkere

Editor : Robertus_Rimawan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  • KESIMPULAN

Pencemaran laut terjadi apabila dimasukkannya oleh manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, sesuatu benda, zat atau energi ke dalam lingkungan laut, sehingga menimbulkan akibat sedemikian rupa kepada alam dan membahayakan kesehatan serta kehidupan manusia dan ekosistem serta merugikan lingkungan yang baik dan fungsi laut sebagaimana mestinya. Tumpahan minyak menjadi penyebab utama pencemaran laut.

Minyak yang tumpah diakibatkan oleh operasi kapal tanker, docking (perbaikan/perawatan kapal), terminal bongkar muat tengah laut, tanki ballast dan tanki bahan bakar, scrapping kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua), kecelakaan tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan), sumber di darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung hydrocarbon ( perkantoran & industri ), dan tempat pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery ).

Dan dari hasil penelitian data kami simpulkan bahwa:

  • Didaerah sekitar pelabuhan kondisi air laut  kurang baik dan pencemaran air laut sudah terjadi, jika tidak di tindaklanjuti dengan cepat, pencemaran akan meluas dan akan menimbulkan dampak yang berbahaya.
  • Sampah plastik dan limbah minyak serta limbah pabrik lainnya di sekitar pelabuhan, menyebabkan kondisi air laut tercemar karena limbah yang mereka hasilkkan hanya dibuang ke laut.
  • Kurangnya kesadaran dari pihak pemerintah, pihak pelabuhan dan orang-orang di sekeliling pelabuhan (orang-orang di pasar) akan perlunya menjaga kondisi laut agar tidak tercemar dari limbah-limbah yang berbahaya.

  • Ø SARAN

 

Demikianlah laporan hasil penelitian ini kami susun dengan harapan dapat mendapat antusias yang baik dari para pembaca, jika ada dalam kata, kalimat atau penyusunan laporan hasil penelitian ini mengalami kesalahan mohon kiranya dapat di maklumi dan dapat m,mberikan saran dan kritik yang bersifat membangun.

 

Semoga laporan hasil penelitian ini dapat diterima dengan baik oleh dosen PKLH yaitu Dra. Vera Mawitjere, M.Si, dan  dapat berguna bagi pembaca.

 

Pesan untuk seluruh anak bangsa yaitu jagan cepat puas mari kita berusaha untuk mewujudkan Negara kita menjadi lebih baik dan maju dari segi ekonomi dan IPTEK.

 

sekali lagi kami ucakan terima kasih.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • #Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere
    TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG, Penulis : Christian_Wayongkere//Editor : Robertus_Rimawan

·         Wawancara Salah satu staff pelabuhan, dan wawancara pencaga dermaga.

·         furkonable’s Blog//WordPress.com: ANALISIS PENCEMARAN LAUT AKIBAT TUMPAHAN MINYAK DI LAUT //Diterbitkan://April 1, 2010 / 2:22 am. Di ambil pada 16 mei 2013

 

  • Pencemaran Laut “Mengancam Potensi Sumberdaya dan Lingkungan Maritim”//By admin// – Mon Jul 11, 4:42 am

 

  • ·         ina santi//Contoh Artikel Ilmiah//DAMPAK PENCEMARAN AIR LAUT AKIBAT TUMPAHAN MINYAK:Ina Santi//Email : ina.santi@yahoo.com.

 

  • santi9f //Contoh Karya Tulis Pencemaran Lingkungan HiduP//Disusun Oleh:  Iin Nahdliya, Miftahur Rohman,Rahayu Maghfirotul Umi,Rina Prihatiningsih,Shoffatin Nafisa//Just another WordPress.com site.

 

  • Http//www.wikipedia.org

 

  • Diposkan oleh risnanda buchori //contoh makalah atau karya tulis lingkungan hidup //di 05.14 //Jumat, 05 Oktober 2012

 

 

  • ·         ejurnal2.its.ac.id/index.php/teknik/article/..

 

 

  • ·        bisniskeuangan.kompas.com/…/Limbah.Impor.

 

  • Informasi Mengenai Materi Teknik Kelautan (Ocean Engineering) PENGERTIAN PELABUHAN //Diposkan oleh Irsan Haeruddin on Kamis, 12 Januari 2012

 

 
Leave a comment

Posted by on May 23, 2013 in TUGAS KULIAH, UMUM

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Korean Wave Indonesia

The Friendliest Newsbase For Korean Wave Fans in Indonesia

KHAIRUL'S BLOG

Sebaik-baik manusia, yang banyak memberikan manfaat pada orang lain

%d bloggers like this: