RSS

laporan program pascal penjumlahan dan pengurangan matriks

23 May

 

contoh laporan program pascal  yang mana ini merupakan program penjumlahan dan pengurangan matriks

 


 

“Penjumlahan Dan Pengurangan Matriks”

 

 

 

 

 Disusun oleh:

 Kelompok 6

  • Ø I Kadek Radha Candra
  • Ø I Wayan Suartono
  • Ø Ni Nyoman T.S. Candra
  • Ø Indriyanti Kobandaha
  • Ø Irgianto Gobel
  • Ø Ridik Mamentiwalo

 

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MANADO

2013

Kata Pengantar

                Puji syukur kita panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa karena atas kuasaNya semata kami dapat menyelesaikan laporan tentang pascal ini dengan baik.

Komputer pada dasarnya merupakan suatu alat komunikasi yang sangat canggih apabila di manfaatkan dengan baik. Namun di samping itu komputer juga memiliki bahasa-bahasa pemrograman yang telah dirancang untuk kerja komputer yang harus kita ketahui. Maka dari itu kami membuat laporan tentang pascal khususnya penjumlahan dan pengurangan matriks ini untuk mengetahui bagaimana bahasa pemrograman pascal itu dapat diguakan dalam bidang matematika.

Kami selaku penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat dalam laporan ini, apabila ada saran dan kritik dari semua pihak sangat kami perlukan untuk perbaikan ke arah yang lebih baik. Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.

 

 

Tondano,  Mei 2013

 

Penulis,

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR—————————————————————             i

DAFTAR ISI————————————————————————             ii

BAB I

PENDAHULUAN——————————————————————-             1

BAB II

PEMBAHASAN——————————————————————–               3

  1. MATERI PROGRAM PASCAL——————————————–             3
    1. PROGRAM PASCAL PENJUMLAHAN DAN

PENGURANGAN MATRIKS———————————————-             7

  1. PENJELASAN PROGRAM MATRIKS———————————–             9

 

BAB III

PENUTUP—————————————————————————             15

  1. KESIMPULAN————————————————————–             15
  2. SARAN———————————————————————-             15

 

DAFTAR PUTAKA

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Pascal merupakan pengembangan dari bahasa ALGOL 60, bahasa pemrograman untuk sains komputasi. Tahun 1960, beberapa ahli komputer bekerja untuk mengembangkan bahasa ALGOL, salah satunya adalah Dr. Niklaus Wirth dari Swiss Federal Institute of Technology (ETH-Zurich), yang merupakan anggota grup yang membuat ALGOL. Tahun 1971, dia menerbitkan suatu spesifikasi untuk highly-structured language (bahasa tinggi yang terstruktur) yang menyerupai ALGOL.

Dia menamainya dengan PASCAL (seorang filsuf dan ahli matematika dari Perancis) Pascal bersifat data oriented, yaitu programmer diberi keleluasaan untuk mendefinisikan data sendiri. Pascal juga merupakan teaching language (banyak dipakai untuk pengajaran tentang konsep pemrograman). Kelebihan yang lain adalah penulisan kode Pascal yang luwes, tidak seperti misalnya FORTRAN, yang memerlukan programmer untuk menulis kode dengan format tertentu. Bentuk dasar program Pascal adalah seperti berikut: program TITLE ;begin pernyataan;pernyataanend. 

Pascal adalah bahasa pemrograman yang pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, seorang anggota International Federation of Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. Dengan mengambil nama dari matematikawan Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman komputer kepada mahasiswanya. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth membuat Pascal juga untuk melengkapi kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman yang ada pada saat itu.

Sejarah pemrograman komputer tidak seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang mengira bahwa pemrograman komputer ini mulai berkembang atau ditemukan pada akhir abad duapuluhan. Namun dalam kenyataannya, sejarah pemrograman modern dan bahasa pemrograman mulai berkembang sejak 1940 an, yaitu sekitar 68 tahun yang lalu

 

Matriks

Elemen dari tipe struktur seperti larik dapat di strukturkan lagi. Sebuah larik yang setiap elemennya adalah larik lagi di sebut matriks. Matriks sudah di kenel secara luas dalam berbagai bidang ilmu, terutama dalam bidang matematika. Matriks identitas adalah contoh matriks yang di kenal secara umum, karena semua elemen diagonalnya satu yang lainnya nol.

 

 

 

Masih banyak matriks lain yang terdapat didalam bidang matematika, seperti matriks transformasi, matriks prmutasi dan lain sebagainya. Matriks juga di gunakan secara luas dalam bidang seperti ekonomi rekayasa dan lain-lain.

Struktus matriks adalah struktur penyimpanan data di dalam memori utama yang setiap individu elemennya di acu dengan menggunakan dua buah indeks ( yang biasanyan di konotasikan dengan indeks baris dan indeks kolom). Karena matriks sebenarnya adalah larik, maka konsep umum dari larik juga berlaku untuk matriks yaitu:

  1. Kumpulan elemen yang bertipe sama. Tipe elemen matriks dapat berupa tipe dasar

(iteger,real,boolean,char, dan string), atau tipe struktur seperti record.

  1. Setiap elemen data dapat diakses secara langsung jika indeksnya (baris dan kolom) diketahui, dan dalam hal ini indeks menyatakan posisi relatif di dalam kumpulannya.
  2. Merupakan sruktur data yag ststis, artinya jumlah elemennya sudah dideklarasikan terlebih dahulu dan tidak dapat diubah selama pelaksanaan program.

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A.    MATERI PROGRAM PASCAL
  2. PROSEDUR MEMBUAT PROGRAM PASCAL

Ada tiga langkah dalam membuat program pascal, yaitu :

1)      Bagian Judul

Judul adalah bagian yang terdiri atas nama program dan penjelasan (spesifikasi), Tentang program tersebut. Judul di awali dengan kata kunci PROGRAM dan nama program X. Kata PROGRAM ini bukan menyatakan program dalam bahasa komputer, tetapi menyatakan bahwa kita sedang menulis algoritma untuk program pemecahan masalah. Nama program sebaiknya singkat namun cukup menggambarkan apa yang dilakukan oleh program. Di bawah nama program sebaiknya disertai dengan penjelsan singkat dengan apa masalah di program dan apa masukan dan keluarannya.

Contoh bagian judul :

Program lingkaran(input,output;

{ program untuk menghitung luas dan keliling lingkaran }

2)      Bagian Deklarsi

Bagian ini di gunakan untuk mengumumkan semua nama yang di pakai di dalam algoritma beserta propertinya  (misalnya tipe). Nama tersebut dapat berupa nama konstanta, nama peubah, nama tipe, nama prosedur dan nama fungsi. Semua nama yang di pakai di dalam algoritma harus di kenali sebelum mereka di gunakan.

Contoh Bagian Deklarasi

Uses

Wincrt;

Const

phi= 3.14;

Var

r, keliling, luas: real;

3)      Badan Program

Inilah bagian inti dari sebuah program. Bagian ini berisi instruksi-instruksi pemecahan masalah dalam notasi pseudo-code.badan program merupakan tempat menuliskan perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh computer. Badan program harus di awali dengan begindan diakhiri dengan end.

 

 

 

Contoh Badan Program

Begin

Write(‘masukan jari-jari’);

Readln (r);

Luas:=phi*sqrt(r);

Keliling := 2 * phi * r;

Writeln (‘keliling = ‘, keliling:8:3);

Writeln (‘luas= ‘ luas:8:3);

End.

  1. BENTUK-BENTUK YANG DI GUNAKAN

a)      Bentuk Umum

  • Uses

Yaitu sintaks dari program pascal, contohnya wincrt dan crt.

  • Var ( variabel)

Yaitu tempat menyimpan nilai yang isi nya dapat di ubah. Notai untuk menyatakan variabel adalah Var.nilai-nilai peubah dapat dimanipulasi melalui pernyatan-pernyataan di dalam algoritma.

Contoh Variabel :

x,y : real;

A,b : integer;

e,g : boolean;

Huruf : char;

Kata : string

  • Write dan Writeln

Write adalah menulis keluaran kelayar, kursor tetap di baris yang sama.

Writeln adalah menulis keluaran ke layar, kursor kemudian pindah kebaris berikutnya.

  • Read dan Readln

Read adalah membaca masukan dari papan kunci, kursor tetap di baris yang sama.

Reaadln adalah membaca masukan dari papan kunci, kursor kemudian pindah ke baris berikutnya.

 

 

b)      Bentuk khusus

  • CLRSCR (Clear Screen)
    Digunakan untuk membersihkan layer dari tampilan tampilan sebelumnya dan meletakkan kursor di ujung kiri atas layar.
  • ARRAY(Larik)
       Suatu array adalah sebuah struktur data yang terdiri atas banyak variabel dengan tipe data sama, dimana masing-masing elemen variabel mempunyai nilai indeks. Setiap elemen array mampu untuk menyimpan satu jenis data (yaitu: variabel). Suatu array dinyatakan dengan type, sehingga variabel yang bekerja akan dinyatakan dengan:
    contoh type
    A = array [1..10] of integer;

 

                   
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

 

Secara logika pendefinisian array di atas merupakan sekumpulan kotak , dimana tiap kotak mempunyai nilai indeks integer 1, 2, 3, …,9, 10 tiap elemen array ditandai dengan:
A[1], A[2], A[3], A[4], A[5], A[6], A[7], A[8], A[9], A[10]

Sifat Array
        Array merupakan struktur data yang statis, yaitu jumlah elemen yang ada harus ditentukan terlebih dahulu dan tak bisa di ubah saat program berjalan. Untuk menyatakan array dalam PASCAL kita harus terlebih dahulu:
Mendefinisikan jumlah elemen array,-
Mendefinisikan- tipe data dari elemen array
Contoh. const N=10;
type
A= array [1..N] of integer;

 

  • Ø For –To- Do

Digunakan untuk melakukan perulangan dari angka kecil ke angka besar.

Index harus type data enumerasi è integer, karakter dll (bukan real).

Aksi dikerjakan berulang-ulang mulai index bernilai nilai awal sampai dengan index bernilai nilai akhir.

Setiap kali perulangan nilai index bergerak satu langkah.

 

  • Ø procedure

procedure adalah suatu rutin yang biasanya dipakai sebagai alat untuk melakukan tugas tertentu dan/atau mendapatkan nilai tertentu. Kita sering menggunakan procedure yang berhubungan dengan event, seperti procedure untuk mengontrol program ketika tombol di tekan.

Procedure digunakan untuk koding program yang digunakan berulang-ulang, pendeklarasian procedure dituliskan setelah kata –Public.

 

  • CASE

Untuk masalah dengan dua kasus atau lebih, struktur CASE dapat menyederhanakan penulisan IF-THEN-ELSE yang bertingkat. Struktur CASE adalah sebagai berikut:

Case (ekspresi)

kondisi1 : aksi1

kondisi2 : aksi2
kondisi3 : aksi3

.

.

kondisi4 : aksi4

[otherwise aksiX]

endcase

Kondisi1, kondisi2,…, kondisiN dapat bernilai benar atau salah. Tiap kondisi diperiksa nilai kebenarannya mulai dari kondisi pertama sampai ditemukan kondisi yang bernilai benar. Jika kondisi ke-k dilaksanakan, selanjutnya keluar dari struktur CASE. Aksi yang dipasangkan dengan kondisi ke-k dapat lebih dari satu. Jika tidak ada satupun kondisi yang benar, maka aksi sesudah otherwise dikerjakan. Perhatikanlah bahwa otherwise optional, artinya boleh ditulis boleh juga tidak ditulis.

 

  • Procedure

Procedure adalah kata cadangan

NamaProcedureadalah identifier

Barisan parameter adalah parameter2 formal ber-sama2 dgn type datanya

Const..dan Var adalah tempat mendefinisikan konstanta atau variable lokal.

Procedure dituliskan pada bagian deklarasi.

Procedure dipanggil dengan cara menuliskan namanya diikuti dgn parameter actual yg bersesuaian type datanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.     PROGRAM PASCAL PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS

 

No                             Program

 

  1. program matrik_penjumlahan_dan_pengurangan;
  2.  uses wincrt;
  3. type data = array[1..10,1..10] of integer;
  4. var
  5. matrikI,matrikII : data;
  6. baris,kolom,pilihan : integer;
  7. procedure isimatrik;
  8. var
  9. i,j : integer;
  10. begin
  11.      writeln(‘Penentuan ORDO MATRIK I’);
  12.      write(‘Masukan banyak baris matrik I = ‘);
  13.      readln(baris);
  14.      write(‘Masukan banyak kolom matrik I = ‘);
  15.      readln(kolom);
  16.      for i:=1 to baris do
  17.      for j:=1 to kolom do
  18.              begin
  19.              gotoxy(j*10,i*5);
  20.              readln(matrikI[i,j]);
  21.              end;
  22.      clrscr;
  23.      writeln(‘Penentuan ORDO MATRIK II’);
  24.      write(‘Masukan banyak baris matrik II = ‘);
  25.      readln(baris);
  26.      write(‘Masukan banyak kolom matrik II = ‘);
  27.      readln(kolom);
  28.      for i:=1 to baris do
  29.          for j:=1 to kolom do
  30.              begin
  31.              gotoxy(j*10,i*5);
  32.              readln(matrikII[i,j]);
  33.              end;
  34. end;
  35. procedure jumlahmatrik(m1,m2 : data);
  36. var
  37.     hasil : data;
  38.     i,j   : integer;
  39. begin
  40.      for i:=1 to baris do
  41.          for j:=1 to kolom do
  42.              begin
  43.                  hasil[i,j]:=m1[i,j]+m2[i,j];
  44.              end;
  45.      clrscr;
  46.      gotoxy (10,2); writeln(‘Hasil Penjumlahan MATRIK’);
  47.      for i:=1 to baris do
  48.          for j:=1 to kolom do
  49.              begin
  50.              gotoxy(j*10,i*5);
  51.              write(hasil[i,j]);
  52.              end;
  53. end;
  54. procedure kurangmatrik(m1,m2 : data);
  55. var hasil : data;
  56.     i,j   : integer;
  57. begin
  58.      for i:=1 to baris do
  59.          for j:=1 to kolom do
  60.              begin
  61.                  hasil[i,j]:=m1[i,j]-m2[i,j];
  62.              end;
  63.      clrscr;
  64.      gotoxy (10,2); writeln(‘Hasil pengurangan MATRIK’);
  65.      for i:=1 to baris do
  66.          for j:=1 to kolom do
  67.              begin
  68.              gotoxy(j*10,i*5);
  69.              write(hasil[i,j]);
  70.              end;
  71. end;
  72. begin
  73.      gotoxy (20,1); writeln (‘—————————————–‘);
  74.      gotoxy (20,2); writeln (‘           PROGRAM KELOMPOK  6    ‘);
  75.      gotoxy (20,3); writeln (‘  PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS’);
  76.      gotoxy (20,4); writeln(‘><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><‘);
  77.      gotoxy (20,5); writeln(‘  I KADEK RADHA CANDRA    NIM 12 310 865’);
  78.      gotoxy (20,6); writeln(‘  I WAYAN SUARTONO        NIM 12 310 863’);
  79.      gotoxy (20,7); writeln(‘  NI NYOMAN T. S. CANDRA  NIM 12 310 882’);
  80.      gotoxy (20,8); writeln(‘  INDRIYANTI KOBANDAHA    NIM 12 312 492’);
  81.      gotoxy (20,9); writeln(‘  IRGIANTO GOBEL          NIM 12 314 610’);
  82.      gotoxy (20,10);writeln(‘  RIDIK MAMENTIWALO       NIM 12 313 569’);
  83.      gotoxy (20,11);writeln(‘——————————————‘);
  84.      writeln(‘    M E N U’);
  85.      writeln(‘(1) Penjumlahan Matrik’);
  86.      writeln(‘(2) Pengurangan Matrik’);
  87.      writeln(‘(3) keluar’);
  88.      write(‘Pilihan = ‘);
  89.      readln(pilihan);
  90.      clrscr;
  91.      case pilihan of
  92.      1 : begin
  93.               isimatrik;
  94.               jumlahmatrik(matrikI,matrikII);
  95.          end;
  96.      2 : begin
  97.               isimatrik;
  98.               kurangmatrik(matrikI,matrikII);
  99.          end;
  100. 3 : begin
  101.               exit;
  102.          end;
  103.      end;
  104. end.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. C.    PENJELASAN PROGRAM MATRIKS

 

  1. program matrik_penjumlahan_dan_pengurangan;

(No. 1,  ini merupakan bagian judul program.)

 

 

  1. uses wincrt;

(No. 2, Ini merupakan sintaks dari program borlan pascal.)

 

 

  1. type data = array[1..10,1..10] of integer;
  2. var
  3. matrikI,matrikII : data;
  4. baris,kolom,pilihan : integer;

 

( Bagian program di atas merupakan bagian deklarasi dari program pengurangan dan penjumlahan matriks yang kami buat, dalam deklarsi terdapat penjelasan nama, nama tersebut dapat berupa nama konstanta, nama peubah, nama tipe, nama prosedur dan nama fungsi).

 

(No. 3, Program pada baris ini merupakan tipe data array (integer),karena dalam program pembuatan matriks digunakan array untuk pembuatan baris dan kolom yang akan di buat).

(No. 4-6, Program pada baris ini yaitu variable, variable yang kami gunakan adalah matrikI, matriksII yang berupa data, kami juga menggunakan variable yaitu baris, kolom,pilihan, yang berupa integer, semua itu akan kami gunakan dalam proses pembuatan procedure, rumus dan lain-lain).

 

 

  1. procedure isimatrik;
  2. var
  3. i,j : integer;

10. begin

  1. 11.      writeln(‘Penentuan ORDO MATRIK I’);
  2. 12.      write(‘Masukan banyak baris matrik I = ‘);
  3. 13.      readln(baris);
  4. 14.      write(‘Masukan banyak kolom matrik I = ‘);
  5. 15.      readln(kolom);
  6. 16.      for i:=1 to baris do
  7. 17.      for j:=1 to kolom do
  8. 18.             begin
  9. 19.             gotoxy(j*10,i*5);
  10. 20.             readln(matrikI[i,j]);
  11. 21.             end;

 

 

( Bagian di atas merupakan bagian awal dari badan program,Bagian ini berisi instruksi-instruksi pemecahan masalah dalam notasi pseudo-code.badan program merupakan tempat menuliskan perintah-perintah yang harus dikerjakan oleh komputer).

 

(No. 7, Dalam bagian  program ini procedure pertama yang kami gunakan berjudul “procedure isimatriks”).

(No. 8 – 9, menggunakan variable integer karena dalam isi matriks kami batasi dengan hanya menggunakan bilangan bulat, i (baris) dan j (kolom) ).

(No. 10, begin ini merupakan bagian awal dari procedure isimatriks di atas).

(No. 11, writeln menunjukan agar keluaran kursor berada dibawah ‘Penentuan ORDO MATRIK I’, pada bagian ini operator (pengguna) diminta untuk menentukan ordo dari matriks I).

(No. 12 – 13, merupakan perintah memasukan jumlah baris pada matriks I, dan readln agar input yang dimasukan dibaca baris).

(No. 14 – 15, merupakan perintah jumlah kolom pada matriks I, dan readln agar input yang dimasukan dibaca kolom).

(No. 16 – 17, pada bagian ini digunakan “For-to-do”. Bagian ini menjelaskan bahwa baik baris maupun kolom pada matriks yang akan diproses, dikerjakan dari baris dan kolom pertama).

(No.18 – 21, pada bagian ini menggunakan begin untuk mengawali perintah model penulisan matriks,” gotoxy (j*10,i*5);”, agar keluaran yang diperoleh berbentuk matriks,yaitu agar kolom matriks yang terbentuk berkelipatan 10 kolom (spasi), dan baris yang terbentuk berkelipatan 5 baris. Dan readln digunakan untuk membaca bahwa input yang dimasukan tadi dibaca matrik I, kemudian end untuk mengakhiri program penulisan model matrik).

 

 

  1. 22.    clrscr;
  2. 23.      writeln(‘Penentuan ORDO MATRIK II’);
  3. 24.      write(‘Masukan banyak baris matrik II = ‘);
  4. 25.      readln(baris);
  5. 26.      write(‘Masukan banyak kolom matrik II = ‘);
  6. 27.      readln(kolom);
  7. 28.      for i:=1 to baris do
  8. 29.      for j:=1 to kolom do
  9. 30.              begin
  10. 31.              gotoxy(j*10,i*5);
  11. 32.              readln(matrikII[i,j]);
  12. 33.              end;

34. end;

 

(No. 22, clrscr (clear screan) digunakan untuk menghapus program sebelumnya yang telah selesai agar layar kembali bersih. Dan program berikutnya tidak tertumpuk dengan program sebelumnya).

(No. 23, writeln menunjukan agar keluaran kursor berada dibawah ‘Penentuan ORDO MATRIK II’, pada bagian ini operator (pengguna) diminta untuk menentukan ordo dari matriks II).

(No. 24 – 25, merupakan perintah memasukan jumlah baris pada matriks II, dan readln agar input yang dimasukan dibaca baris).

(No. 26 – 27, merupakan perintah jumlah kolom pada matriks II, dan readln agar input yang dimasukan dibaca kolom).

(No. 28 – 29, pada bagian ini digunakan “For-to-do”. Bagian ini menjelaskan bahwa baik baris maupun kolom pada matriks yang akan diproses, dikerjakan dari baris dan kolom pertama).

(No. 30 – 33, pada bagian ini menggunakan begin untuk mengawali perintah model penulisan matriks,” gotoxy (j*10,i*5);”, agar keluaran yang diperoleh berbentuk matriks,yaitu agar kolom matriks yang terbentuk berkelipatan 10 kolom (spasi), dan baris yang terbentuk berkelipatan 5 baris. Dan readln digunakan untuk membaca bahwa input yang dimasukan tadi dibaca matrik I I, kemudian end untuk mengakhiri program penulisan model matrik).

(No. 34, end pada bagian ini adalah untuk mengakhiri bagian program yaitu “prosedur isimatriks” ).

 

 

35. procedure jumlahmatriks(m1,m2 : data);

36. var

  1. 37.     hasil : data;
  2. 38.     i,j   : integer;

39. begin

  1. 40.      for i:=1 to baris do
  2. 41.      for j:=1 to kolom do
  3. 42.              begin
  4. 43.                  hasil[i,j]:=m1[i,j]+m2[i,j];
  5. 44.              end;

 

(No. 35, Dalam bagian  program ini procedure kedua yang kami gunakan berjudul “procedure jumlah matriks”

(No. 36 -38, variable yang digunakan dalam prosedure ini yakni, data dan integer. Data digunakan untuk menampilkan hasil penjumlahan yang berbentuk matriks, dan integer digunakan untuk bentuk dari hasil penjumlahan matriks tersebut berupa bilangan bulat).

( No. 39 – 41, begin pada baris ini untuk mengawali ‘procedure jumlahmatriks’ ,bagian ini menggunakan  “For-to-do”. Bagian ini menjelaskan bahwa baik baris maupun kolom pada matriks yang akan dijumlahkan, dikerjakan dari baris dan kolom pertama.

(No. 42 – 44, pada bagian ini merupakan bagian dari rumus penjumlahan matriks yang diawali dengan begin dan di akhiri dengan end.

 

 

  1. 45.      clrscr;
  2. 46.      gotoxy (10,2); writeln(‘Hasil Penjumlahan MATRIK’);
  3. 47.      for i:=1 to baris do
  4. 48.          for j:=1 to kolom do
  5. 49.              begin
  6. 50.              gotoxy(j*10,i*5);
  7. 51.              write(hasil[i,j]);
  8. 52.              end;
  9. 53.  end;

 

(No. 45, clrscr (clear screan) digunakan untuk menghapus program sebelumnya yang telah selesai agar layar kembali bersih. Dan program berikutnya tidak tertumpuk dengan program sebelumnya).

( No. 46, gotoxy(10,2) dimaksudkan adalah untuk agar tampilan kalimat hasil penjumlahan matriks di tampilkan pada baris (spasi) ke-10 dan kolom ke-2. Perintah writeln hanya untuk menampilkan kalimat ‘ hasil penjumlahan matriks’ pada layar.

(No. 47 – 48, bagian ini digunakan “For-to-do”. Bagian ini menjelaskan bahwa baik baris maupun kolom pada matriks yang akan ditampilkan, dikerjakan dari baris dan kolom pertama).

(No. 49 – 52, pada bagian ini menggunakan begin untuk mengawali perintah model penulisan matriks ketika setelah di jumlahkan,” gotoxy (j*10,i*5);”, agar keluaran yang diperoleh berbentuk matriks yang merupakan hasil penjumlahan, kemudian end untuk mengakhiri program penulisan model matrik hasil penjumlahan).

( No. 53, end pada bagian ini adalah untuk mengakhiri procedure jumlah matriks.

 

 

 

 

54. procedure kurangmatrik(m1,m2 : data);

55. var hasil : data;

  1. 56.     i,j   : integer;

57. begin

  1. 58.      for i:=1 to baris do
  2. 59.          for j:=1 to kolom do
  3. 60.              begin
  4. 61.                  hasil[i,j]:=m1[i,j]-m2[i,j];
  5. 62.              end;

 

(No. 54, Dalam bagian  program ini procedure ketiga yang kami gunakan berjudul “procedure kurang matriks”

(No. 55 – 56, variable yang digunakan dalam prosedure kurang matriks ini  yakni, data dan integer. Data digunakan untuk menampilkan hasil pengurangan yang berbentuk matriks, dan integer digunakan untuk bentuk dari hasil pengurangan matriks tersebut berupa bilangan bulat yaitu pada baris dan kolomnya).

(No. 57 – 59, begin pada baris ini untuk mengawali ‘procedure kurangmatriks’ ,bagian ini menggunakan  “For-to-do”. Bagian ini menjelaskan bahwa baik baris maupun kolom pada matriks yang akan dikurangkan, proses pengurangan dikerjakan dari baris dan kolom pertama.

(No. 60 – 62, , pada bagian ini merupakan bagian dari rumus pengurangan matriks yang diawali dengan begin dan di akhiri dengan end.

 

 

 

  1. 63.      clrscr;
  2. 64.      gotoxy (10,2); writeln(‘Hasil pengurangan MATRIK’);
  3. 65.      for i:=1 to baris do
  4. 66.          for j:=1 to kolom do
  5. 67.              begin
  6. 68.              gotoxy(j*10,i*5);
  7. 69.              write(hasil[i,j]);
  8. 70.              end;

71. end;

 

(No. 63, clrscr (clear screan) digunakan untuk menghapus program sebelumnya yang telah selesai agar layar kembali bersih. Dan program berikutnya tidak tertumpuk dengan program sebelumnya).

( No. 64, gotoxy(10,2) dimaksudkan adalah untuk agar tampilan kalimat hasil pengurangan matriks di tampilkan pada baris (spasi) ke-10 dan kolom ke-2. Perintah writeln hanya untuk menampilkan kalimat ‘ hasil pengurangan matriks’ pada layar).

( No. 65 – 66, , bagian ini digunakan “For-to-do”. Bagian ini menjelaskan bahwa baik baris maupun kolom pada matriks yang akan ditampilkan, dikerjakan dari baris dan kolom pertama).

( No. 67 – 70, pada bagian ini menggunakan begin untuk mengawali perintah model penulisan matriks ketika setelah dikurangkan,” gotoxy (j*10,i*5);”, agar keluaran yang diperoleh berbentuk matriks yang merupakan hasil pengurangan, kemudian end untuk mengakhiri program penulisan model matrik hasil pengurangan).

( No. 71, end pada bagian ini adalah untuk mengakhiri procedure kurang matriks.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 72.  begin
  2. 73.      gotoxy (20,1); writeln (‘—————————————–‘);
  3. 74.      gotoxy (20,2); writeln (‘           PROGRAM KELOMPOK  6    ‘);
  4. 75.      gotoxy (20,3); writeln (‘  PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN MATRIKS’);
  5. 76.      gotoxy (20,4); writeln(‘><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><><‘);
  6. 77.      gotoxy (20,5); writeln(‘  I KADEK RADHA CANDRA    NIM 12 310 865’);
  7. 78.      gotoxy (20,6); writeln(‘  I WAYAN SUARTONO        NIM 12 310 863’);
  8. 79.      gotoxy (20,7); writeln(‘  NI NYOMAN T. S. CANDRA  NIM 12 310 882’);
  9. 80.      gotoxy (20,8); writeln(‘  INDRIYANTI KOBANDAHA    NIM 12 312 492’);
  10. 81.      gotoxy (20,9); writeln(‘  IRGIANTO GOBEL          NIM 12 314 610’);
  11. 82.      gotoxy (20,10);writeln(‘  RIDIK MAMENTIWALO       NIM 12 313 569’);
  12. 83.      gotoxy (20,11);writeln(‘——————————————‘);

 

 

( No. 72 – 83, bagian ini merupakan bagian program yang akan di tampilkan di bagian awal layar, di awali dengan begin, dan gotoxy agar tampilan nama program dan nama anggota kelompok di tampilkan  agak ke tengah pada layar.)

 

 

  1. 84.      writeln(‘    M E N U’);
  2. 85.      writeln(‘(1) Penjumlahan Matrik’);
  3. 86.      writeln(‘(2) Pengurangan Matrik’);
  4. 87.      writeln(‘(3) keluar’);
  5. 88.      write(‘Pilihan = ‘);
  6. 89.      readln(pilihan);

( No. 84 -87, writeln pada bagian ini untuk menampilkan Menu pada layar, yang kemudian akan di pilih salah satu untuk dip roses.)

(No. 88 – 89, write  untuk menampilkan kata ‘pilihan’ di layar, dan kemudian di isi sesuai pilihan menu di atas. Serta readln untuk membaca input yang dimasukkan sebagai ‘pilihan’).

 

 

 

90. clrscr;

( No. 90, clrscr (clear screan) digunakan untuk menghapus program sebelumnya yang telah selesai agar layar kembali bersih. Dan program berikutnya tidak tertumpuk dengan program sebelumnya).

 

 

  1. 91.      case pilihan of
  2. 92.      1 : begin
  3. 93.               isimatrik;
  4. 94.               jumlahmatrik(matrikI,matrikII);
  5. 95.          end;

(No. 91, case of merupakan bentuk untuk membaca kondisi dalam hal ini ‘pilihan’, yaitu kondisi dari procedure isi matriks, procedure jumlah matriks,  procedure kurang matriks dan pilihan keluar. Ketika kita memilih salah satu pilihan misalnya pilihan 1, maka case akan membaca pilian tersebut sebagai perintah untuk memproses procedure isi matriks dan jumlah matriks, kemudian mengerjakannya sehingga mendapatkan hasil).

(No. 92 – 95, merupakan kondisi pertama dari case yang akan di baca ketika kita memilih pilihan 1, yaitu case akan membaca dan mengerjakan proses penjumlahan matriks).

 

 

  1. 96.      2 : begin
  2. 97.               isimatrik;
  3. 98.               kurangmatrik(matrikI,matrikII);
  4. 99.          end;

 

(No. 96 – 99, merupakan kondisi kedua dari case yang akan di baca ketika kita memilih pilihan 2, yaitu case akan membaca dan mengerjakan proses pengurangan matriks).

 

 

 

  1. 3 : begin
  2.               exit;
  3.     end;

 

(No. 100 – 102, merupakan kondisi ketiga dari case yang akan di baca ketika kita memilih pilihan 3, ).

 

 

  1.      end;
  2. end.

 

( No. 103, end pada bagian ini adalah untuk mengakhiri kondisi case of).

( No. 104, end pada bagian ini adalah untuk mengkahiri begin pada nomor 72, sekaligus untuk mengakhiri semua program)

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Dari laporan di atas dapat disimpulkan bahwa:

Perhitungan matematika, pembuatan KHS, perhitungan kasir dan berbagai perhitungan matematika lainnya dapat dibuat dalam suatu program pascal dan dapat diproses dengan pascal dengan sangat mudah,

Pascal merupakan pengembangan dari bahasa ALGOL 60, bahasa pemrograman untuk sains komputasi. Bahasa pemrograman pascal di mulai menggunakan bentuk-bentuk tertentu sesuai yang telah di jelaskan di atas.

Pemrograman pascal di bagi 3, yaitu :

Bagian judul

Bagian deklarasi

Bagian badan program

 

 

  1. SARAN

Dengan adanya laporan ini diharapkan para pembaca bisa lebih mendalami bahasa bahasa pemrograman khususnya bahasa pemrograman pascal. Selain itu semoga laporan ini dapat berguna bagi para pembaca.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Munir,Rinaldi, Algoritma dan Pemrograman, 2007, Informatika : Bandung
  • http://www.google.com : Pemrograman Pascal
 
Leave a comment

Posted by on May 23, 2013 in TUGAS KULIAH, UMUM

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Korean Wave Indonesia

The Friendliest Newsbase For Korean Wave Fans in Indonesia

KHAIRUL'S BLOG

Sebaik-baik manusia, yang banyak memberikan manfaat pada orang lain

%d bloggers like this: